Tugas Kita

By tibmovement

Tak terasa Ujian Akhir Semester sudah tiba, tepatnya tanggal 14 senin depan. Yup, tidak terasa setengah tahun sudah kita berlabuh di STAIN Ponorogo, satu dari beberapa perguruan tinggi di kawasan jawa timur bagian barat. Jika kita cermati, STAIN Ponorogo bisa dikatakan sebagai kampus besar untuk ukuran kota Ponorogo, tetapi jika kita sejajarkan dengan kota Malang, Surabaya apalagi Jogja, STAIN Ponorogo merupakan kampus kecil.

Sebut saja Malang, merupakan salah satu kota tujuan mahasiswa di jawa timur. Dengan kampus yang beragam serta berjumlah puluhan, kota Malang mampu menyedot animo mahasiswa dari seluruh nusantara bahkan dari luar negeri untuk kuliah disana. Sehingga pada tahun kemarin Malang mendeklarasikan sebagai Kota Pendidikan Internasional. Hal ini pantas, mengingat geliat pendidikan di kota Malang sangat tinggi. Selain Jumlah perguruan tinggi dan ragamnya memadai, Sekolah-sekolah bertaraf Internasional dan percontohan juga muncul disana, sebut saja MAN 3 Malang beserta madrasah terpadu-Nya. Banyaknya pendidikan multi profesi 1 tahun dan kursus-kursus lainnya juga berpengaruh signifikan. Terlepas dari lembaga-lembaga pendidikan formal, sarana dan prasana kota sangat menunjang terbentuknya miliu ini. Dari mudahnya akses pendidikan, transportasi yang rapi serta akses internet ditempat-tempat umum merupakan faktor pemicu pendidikan di kota Malang.

Demikian gambaran kota Malang secara sekilas. Jogja? Jangan ditanya, semua orang sudah mengenalnya. Kota Gudeg ini menjadi kiblat pendidikan Indonesia. Bahkan suasana akademis beserta kehidupan pendidikan tidak hanya dikalangan akademisi saja, bahkan masyarakat Jogja juga masuk kedalamnya, nilai keramahan Jawa juga ditanamkan disana. Itulah kelebihan utama di kota ini.

Kembali ke STAIN Ponorogo, semua orang pasti mengenal Ponorogo, Reog merupakan kesenian asli Ponorogo, Pondok Modern Gontor lembaga pendidikan terkenal di Indonesia bahkan disebani diseluruh dunia, STAIN? Itulah tugas kita selanjutnya untuk menjawab. Biarlah orang menilai bagiamana tentang kampus kita dan dunia pendidikan disana, tapi yang jelas dimanapun berada, kreativitas harus terus berkembang. Seiring dengan perkembangan kreativitas, nalar kritis dan wawasan juga akan terbentuk.

Ada istilah “Apa yang dapat kamu berikan, bukan apa yang kamu dapatkan”.

Leave a Reply